Senin, 19 Oktober 2015

Skala

SKALA

Skala adalah perbandingan antara gambar dengan yang digambar. Peta adalah gambaran dari bentuk asli pada kertas gambar dengan menggunakan skala.
Skala ada 2 macam :
1. Skala Pecahan
2. Skala Garis

1. Skala Pecahan
    
     1 : 25000 ; 1 : 50000 ; 1 : 100000 ; 1 : 250000

2.  Skala Garis :

0       1          2          3         4           5          6          7          8 Cm
















0                                          1                                               2 Km

0       1          2          3         4           5          6          7          8 Cm
















0                   1                     2                                               4 Km

0       1          2          3         4           5          6          7          8 Cm
















0       1          2          3         4           5          6          7          8 Km

0       1          2          3         4           5          6          7          8 Cm
















0                                          10                                             20 Km


Skala-skala tersebut di atas umumnya digunakan pada peta dasar, baik untuk proyeksi UTM maupun proyeksi polyeder, namun untuk proyeksi polyeder dari skala 1 : 25000 sampai dengan skala 1 : 100000.

Untuk peta-peta teknik skalanya tentunya akan disesuaikan dengan ketelitian yang diinginkan.

Untuk peta dasar negara Indonesia berdasarkan sistem proyeksi polyder wilayahnya dibatasi - 12o Bujur Barat dan 34o 20’ Bujur Timur dari Jakarta.
Jakarta = 0 o atau 106 o 48’27, 79 dari Greenwich.

Untuk lintang dibatasi 6 o Lintang Utara dan 11 o Lintang Selatan.

Untuk peta dasar dengan skala  :
1 : 100000, Ukuran Peta 20’ x 20’
1 : 50000, Ukuran Peta 10’ x 10’
1 : 25000, Ukuran Peta 5’ x 5’

Urutan penomoran dimulai dari Sabang
Urutan penomoran untuk Bujur disebut kolom dan untuk Lintang disebut baris.
Indeks penomoran peta dasar di daerah Sabang diberi nomor 1/I ;
Nomor Peta ini merupakan peta dasar berskala 1 : 100000
Untuk tiap-tiap skala peta 1 : 100000 mempunyai titik pusat tersendiri.
Titik Pusat ini mempunyai harga koordinat 0,0.

Lembar peta untuk skala 1 : 100000, kalau mau dijadikan peta skala 1 : 50000, akan menjadi 4 lembar, dan kalau dijadikan skala 1 : 25000 akan menjadi 16 lembar.

Laporan Bencana Alam

BAB I
PENDAHULUAN


1.1         Latar Belakang
Bencana Alam  ialah suatu gejala alam yang bersifat mendadak, yang menimbulkan kerusakan – kerusakan dan kerugian bagi umat manusia juga hasil usahanya. Beberapa proses geologi yang dapat menimbulkan kerusakan diantaranya ialah: banjir, gempa bumi, gelombang pasang, letusan gunung berapi, gerakan tanah, dll.
Hal – hal yang perlu kita pelajari dalam kaitan – kaitannya dengan bencana alam ialah : jenis bencana alam, lokasi, frekuensi, lama dan jaraknya, Kemudian tahapan – tahapan yang dilakukan atau direncanakan sebelum bencana alam tersebut terjadi, sewaktu maupun setelah terjadi. Selanjutnya tindakan apa yang perlu dilakukan perlu dilakukan agar rencana tersebut berjalan dengan lancar.

1.2         Maksud Dan Tujuan
·               Praktikan / Mahasiswa dapat memahami penyebab bencana alam geologi.
·               Praktikan / Mahasiswa dapat menganalisa dan memahami tentang bencana lam geologi.
·               Praktikan / Mahasiswa mengerti dan dapat membedakan mana yang bencana alam geologi dan mana yang bukan.
·               Agar praktikan mengetahui dan mengerti bagaimana menangani tentang bencana alam.
·               Praktikan mengetahui tentang macam-macam bencana alam.
·               Praktikan dapat mengetahui hal-hal yang terjadi akibat adanya bencana alam.