Senin, 19 Oktober 2015

Laporan Bencana Alam

BAB I
PENDAHULUAN


1.1         Latar Belakang
Bencana Alam  ialah suatu gejala alam yang bersifat mendadak, yang menimbulkan kerusakan – kerusakan dan kerugian bagi umat manusia juga hasil usahanya. Beberapa proses geologi yang dapat menimbulkan kerusakan diantaranya ialah: banjir, gempa bumi, gelombang pasang, letusan gunung berapi, gerakan tanah, dll.
Hal – hal yang perlu kita pelajari dalam kaitan – kaitannya dengan bencana alam ialah : jenis bencana alam, lokasi, frekuensi, lama dan jaraknya, Kemudian tahapan – tahapan yang dilakukan atau direncanakan sebelum bencana alam tersebut terjadi, sewaktu maupun setelah terjadi. Selanjutnya tindakan apa yang perlu dilakukan perlu dilakukan agar rencana tersebut berjalan dengan lancar.

1.2         Maksud Dan Tujuan
·               Praktikan / Mahasiswa dapat memahami penyebab bencana alam geologi.
·               Praktikan / Mahasiswa dapat menganalisa dan memahami tentang bencana lam geologi.
·               Praktikan / Mahasiswa mengerti dan dapat membedakan mana yang bencana alam geologi dan mana yang bukan.
·               Agar praktikan mengetahui dan mengerti bagaimana menangani tentang bencana alam.
·               Praktikan mengetahui tentang macam-macam bencana alam.
·               Praktikan dapat mengetahui hal-hal yang terjadi akibat adanya bencana alam.







BAB II
LANDASAN TEORI


Bencana Alam adalah suatu peristiwa alam yang bersifat mendadak yang menimbulkan kerusakan dan kerugian bagi manusia dan hasil usahanya. Beberapa proses geologi dapat menimbulkan bencana antara lain : gerakan tanah, banjir, gempa bumi, gelombang pasang, letusan gunung api, perubahan iklim dan cuaca, badai serta aliran lahar/lava.
Bencana alam ini terbagi dari beberapa kategori, yaitu :
1.            Gerakan tanah terdiri dari : gelinciran (slide), aliran (eart flow), jatuhan (fall) dan amblasan (subsidence).
2.            Gempa bumi terdiri dari :
·          Gempa tektonik yaitu gempa yang diakibatkan oleh kegiatan dua lempeng yang dikenal dengan lempeng tektonik (lempeng samudra maupun lempeng benua), dimana kedua lempeng tersebut mengalami perubahan. Perubahan ini dapat secara tumbukan dari dua lempeng sehingga hasail tumbukan mengakibatkan daerah tumbukan (subdaction zona/benioff zona) dan juga dapat berupa pergeseran lempeng baik saling mendekat maupun saling menjauh. Dari kegiatan kedua lempeng tekronik ini akan mengakibatkan perubahan/kerusakan pada muka bumi baik yang alami maupun hasil karya manusia.
·          Gempa Vulkanik yaitu gempa yang diakibatkan oleh kegunung apian/meletusnya gunungapi.

2.1.        Gerakan Tanah
Dalam bahasa sehari –hari biasanya gerakan tanah kita sebut dengan sebutan tanah longsor, Hal ini terjadi jika gaya gravitasi melebihi gaya menahan baik karena kekuatan dan kohesi bahan, friksi antara bahan dan dengan sekitaarnya dan unsur penahan.
Faktor – faktor utama yang menyebabkan terjadinya gerakan tanah antara lain adalah :



1.            Faktor – faktor inheren,bersifat pasif yaitu :
a.        Sifat-sifat distribusi mineral
b.        Keadan struktur
c.        Keadaan air dan kelembaban
d.        Topografi dan sudut lereng
e.        Vegetasi
2.            Faktor – Faktor Super Impose, bersifat aktif ialah :
a.        Gaya berat,/kelebihan beban oleh banyak hal, sebagai sumber energi untuk menggerakkan tanah.
b.        Kenaikan kelembaban yang mempengaruhi berat, volume, tekanan air dan kohesi bahan.
c.        Tidak adanya dukungan dibawahnya atau disamping massa.
d.        Gaya pengikis lain yang berkerja dan menyebabkan suatu lerang menjadi curam.
e.        Gerakan dan Gempa bumi
f.         Pelapukan

2.2.        Tipe – tipe gerakan Tanah
2.1.1      Gelinciran (slide)
Adalah suatu massa batuan atau bagian dari kulit bumi yang bergerak sepanjang suatu bidang gelincir baik planar maupun Rotasi. Faktor penyebab terjadinya gelincir adalah :   
a.     Dinding lembah terlalu curam
b.     Batuan sedimen mempunyai kemiringan searah dengan kemiringan lereng dan umumnya terdiri dari Batu serpih yang bersifat lunak.
c.     Bertambahnya kadar air kejenuhan, missal disebabkan air hujan yang mengurangi kekuatan atau daya tahan geser tanah.
Usaha penanggulangannya dari gerakan tanah tipe gelinciran adal;ah sebagai berikut :
a.     Metode Geometri yaitu dengan cara :
·         Membuat lereng lebih datar atau menguraangi sudut lereng
·         Memperkecil ketinggian lereng.  
b.     Metode hidrologi yaitu dengan membuat selokan secara teratur untuk memperlancar air permukaan dan air bawah permukaan.

2.1.2      Aliran (Eart Flow)
Merupakan aliran massa tanah lepas, baik secara kering maupun basah dengan gerakan lambat maupun cepat. Sangat khas terhadap bahan yang terdiri dari sedimen berbutir halus yang jenuh ataau kelewat jenuh air dan batuan yang ada di dalam keadaan open packing.
Salah satu gerakan tipe aliran, yang umum dijumpai di daerah tropis adalah tipe creepyaitu suatu massa atau bahan yang bergerak kebawah dengan kecepatan yang sangat kecil pada suatun lereng curam maupun landai.
Faktor – faktor Penyebab terjadinya rayapan tanah/batuan adalah :
a.    Gaya berat (Gravitasi dari massa tanah itu tersebut)
b.    Kelembaban tanah, umumnya terjadi pada saat hujan lebat.
c.    Pemanasan dan pendinginan tanah.
Usaha-usaha penanggulangan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pemetaan yang cermat mengenai kemiringan lereng, tebal tanah, kelembaban, batuan dasar dan struktur. Kemudian penanggulanagnnya meliputi :
a.    Melakukan pemanfaatan yang cermat mengenai kelerangan, tebal tanah, kelembaban, batuan dasar dan struktur, kemudian penanggulangannya meliputi :
b.    Menghindari, berupa relokasi proyek.
c.    Penanggulangan atau koreksi.

2.1.3      Jatuhan (Fall)
Gerakan massa tanah atau batuan yang sebagian besar jalannya berada di udara, akibat lereng yang curam dan tidak adanya penyangga.
Usaha penanggulangan terjadi jatuhan adalah dipusatkan pada kekuatan bahan antaraa lain berupa dinding – dinding penahan, jarring baja penahan runtuh, dll.\

2.1.4      Amblasan (Subsidence)
Gerakan massa ke bawah dari permukaan tanah yang dapat terjadi akibat alam atau aktifitas manusia, antara lain menurunnya permukaan air tanah, menurunnya kandungan minyak an gas bumi, perpindahan massa padat di bawah permukaan oleh berbagai sebab atau amblasan oleh sebab – sebab tektonik atau gempa. Subsidence juga disebabkan eksploitasi airtanah yang berlebihan atau secara besar – besaran serta beban terlalu berat pada permukaan tanah.


Dalam perancanaan wilayah perlu diketahui :
a.      Lokasi gerakan tanah actual/potensi yang di sajikan dalam bentuk peta dan gerakan tanah dan kestabilan lereng atau peta geologi dan gerakan tanah.Peta ini di landasi atas informasi – informasi mengenai sudut lereng atau peta geologi dan gerakan tanah.
b.      Luas daerah tang terlanda dan jenis gerakan tanah yang terjadi.
c.      Rencana yang harus disusulkan untuk menanggulanginya.

2.3       Gunung Api
Bencana yang terjadi oleh gejala kegiatan gunung api baik langsung ataupun yang tidak langsung. Seperti rempah – rempah gunung api/piroklastik, aliran lava/lahar, gas beracun, gempa gunung api ndan lain – lain.
Vulkanisme adalah suatu kegiatan atau proses, dimana magma (beserta gas) menerobos kearah permukaan bumi atau kearah atmosfer mengakibatkan terjadinya batuan beku luar (lava, lahar, piroklastik, awan panas dan gas).
Kegiatan yang bertalian dengan Vulkanisme :
1.    Ekstrusi (Extrusion) : pengeluaran lava yang relatif kental kepermukaan bumi.
2.    Erupsi (Eruption) : pengeluaran bahan vulkanik (lava, piroklastik, dan gas) kepermukaan bumi.
3.    Effusi (Effusion) : pengeluaran lava yang relatif cair kepermukaan bumi.
4.    Ekshalasi (Exhalation) : aliran menerus dari gas vulkanik atau keluarnya gas dari magma.
Bentuk Gunung Api (berdasarkan hasil ledakannya) :
1.    Effusive : hanya mengeluarkan lava.
a.    Sentral, misal tipe Hawai, Iceland
b.    Rekahan, Columbia plateau (Amerika Serikat), Decca Trap (India), Formasi Karro (Afrika Selatan).
2.    Explosive : mengeluarkan eflata dan gas.
a.    Cinder cone, misal di Meksiko (Prisutin, Monte Nova).
b.    Maar, dapat menghasilkan kawah (Caldera).
3.    Campuran
a.    Merupakan Gunung Api Strato (berlapis antara eflata dan lava).
b.    Bentuknya tidak teratur karena adanya erosi, peledakan yang dahsyat, kepundaan selalu berpindah tempat.
Dalam perancanaan wilayah perlu diketahui :
a.     Lokasi/posisi gunung api sebagai sumber bencana.
b.     Sifat kegiatan aliran lahar/lava, awan panas atau gas bercun dan lain – lain.
c.     Arah kegiatan dan potensi daerah longsor sebagai kegiatan mengalirnya lava/lahar.
d.     Menginterpretasikan daerah –daerah potensi bahaya akibat sktifitas gunung api dan menentukan daerah yang aman.

2.4         Gempa Bumi
Kerak bumi selalu bergerak baik secara horizontal maupun vertikal yaitu perlahan-lahan berupa pergerkan lempeng dan secara tiba-tiba berupa gempa.
Gempa adalah gerakan tiba-tiba atau getaran (natural) dalam kerak bumi yang disebabkan oleh adanya beban atau tekanan (strain) yang terakumulasi dan dilepaskan secara mendadak atau tiba-tiba. Seimologi adalah bidang ilmu (kegempaan) yang mempelajari masalah gempa bumi dan struktur bumi yang terbentuk oleh adanya gelombang seismic baik secara alamiah (natural) maupun Tiruan (artifical).
Gempa yang berpusat disuatu tempat / titik dirambatkan kesegala arah dalam bentuk gelombang atau getaran, jenis gelombang yang timbul yaitu :
1.        Gelombang Longitudinal : compression wave.
Merupakan gerakan tarikan dan tekanan, dan gelombang ini searah dengan arah rambat gelombang (gelombang primer-primary).
2.        Gelombang Transversal : shear wave.
Gelombang yang arah rambatnya tegak lurus (gelombang sekunder – secondary).
3.        Gelombang Permukaan : surface wave (gelombang besar-large).
Penentuan lokasi gempa dinyatakan dengan variable yang menyatakan jarak horizontal dari stasiun pencatat gempa ke pusat gempa dipermukaan (hypocentrum), alat pencatat gempa adalah Seismograf, seddangkan  besaran gempa dapat dinyatakan dalam “Skala Marcalli”.
Intensitas gempa diukur menurut ukuran tingkat kerusakan yang timbul disuatu daerah. Intensitas ini selain jarak dengan sumber gempa juga sangat ditentukan oleh elastisitas tanah/koefisien bawah tanah.
Sedangkan menurut ukuran intensitas gempa dapat ditentukan dengan 2 cara, yaitu dengan :

1.        Skala Marcalli – Cancani dengan 12 skala kekuatan gempa.
2.        Skala Omari dengan 7 kekuatan gempa.
2.4.1      Jenis-jenis Gempa
1.        Menurut sebab-sebabnya :
a.    Vulkanik, disebabkan oleh kegiatan gunug api. Biasanya lemah, frekuensi I.k 7 %.
b.    Tektonik disebabkan oleh gaya endogen sehubungan dengan gerakan kulit bumi. Biasanya kuat dan sering menimbulkan malapetaka yang hebat, frekuensi I.k 90 %.
c.    Robohan, disebabkan oleh tanah dan batuan yang runtuh. Biasanya lemah dan lokal, frekuensi jarang.
2.        Menurut letak pusat gempa :
a.    Daratan
b.    Lautan : menimbulkan Tsunami. Tsunami adalah gelombang pasang yang sangat bebas yang ditimbulkan oleh adanya gempa bumi yang berpusat dibawah permukaan laut.
3.        Menurut jarak episentral :
a.    Setempat < 10.000 Km.
b.    Jauh = 10.000 Km
c.    Sangat jauh > 10.000 Km
4.        Menurut kedalaman focus :
a.    Dangkal = 50 Km
b.    Menengah 100 – 300 Km dan

c.    Dalam 300-700 Km 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar