BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Bencana
Alam ialah suatu gejala alam yang
bersifat mendadak, yang menimbulkan kerusakan – kerusakan dan kerugian bagi
umat manusia juga hasil usahanya. Beberapa proses geologi yang dapat
menimbulkan kerusakan diantaranya ialah: banjir, gempa bumi, gelombang pasang,
letusan gunung berapi, gerakan tanah, dll.
Hal – hal yang perlu kita pelajari
dalam kaitan – kaitannya dengan bencana alam ialah : jenis bencana alam,
lokasi, frekuensi, lama dan jaraknya, Kemudian tahapan – tahapan yang dilakukan
atau direncanakan sebelum bencana alam tersebut terjadi, sewaktu maupun setelah
terjadi. Selanjutnya tindakan apa yang perlu dilakukan perlu dilakukan agar
rencana tersebut berjalan dengan lancar.
1.2
Maksud Dan Tujuan
·
Praktikan / Mahasiswa dapat memahami penyebab
bencana alam geologi.
·
Praktikan / Mahasiswa dapat menganalisa dan
memahami tentang bencana lam geologi.
·
Praktikan / Mahasiswa mengerti dan dapat
membedakan mana yang bencana alam geologi dan mana yang bukan.
·
Agar praktikan mengetahui dan mengerti
bagaimana menangani tentang bencana alam.
·
Praktikan mengetahui tentang macam-macam
bencana alam.
·
Praktikan dapat mengetahui hal-hal yang
terjadi akibat adanya bencana alam.
BAB II
LANDASAN TEORI
Bencana
Alam adalah suatu peristiwa alam yang bersifat mendadak yang menimbulkan
kerusakan dan kerugian bagi manusia dan hasil usahanya. Beberapa proses geologi
dapat menimbulkan bencana antara lain : gerakan tanah, banjir, gempa bumi,
gelombang pasang, letusan gunung api, perubahan iklim dan cuaca, badai serta
aliran lahar/lava.
Bencana
alam ini terbagi dari beberapa kategori, yaitu :
1.
Gerakan tanah terdiri dari : gelinciran
(slide), aliran (eart flow), jatuhan (fall) dan amblasan (subsidence).
2.
Gempa bumi terdiri dari :
·
Gempa tektonik yaitu gempa yang diakibatkan
oleh kegiatan dua lempeng yang dikenal dengan lempeng tektonik (lempeng samudra
maupun lempeng benua), dimana kedua lempeng tersebut mengalami perubahan.
Perubahan ini dapat secara tumbukan dari dua lempeng sehingga hasail tumbukan
mengakibatkan daerah tumbukan (subdaction zona/benioff zona) dan juga dapat
berupa pergeseran lempeng baik saling mendekat maupun saling menjauh. Dari
kegiatan kedua lempeng tekronik ini akan mengakibatkan perubahan/kerusakan pada
muka bumi baik yang alami maupun hasil karya manusia.
·
Gempa Vulkanik yaitu gempa yang diakibatkan
oleh kegunung apian/meletusnya gunungapi.
2.1.
Gerakan
Tanah
Dalam bahasa sehari –hari biasanya
gerakan tanah kita sebut dengan sebutan tanah longsor, Hal ini terjadi jika gaya gravitasi melebihi gaya menahan baik karena kekuatan dan kohesi
bahan, friksi antara bahan dan dengan sekitaarnya dan unsur penahan.
Faktor – faktor utama yang
menyebabkan terjadinya gerakan tanah antara lain adalah :
1.
Faktor
– faktor inheren,bersifat pasif yaitu :
a.
Sifat-sifat
distribusi mineral
b.
Keadan
struktur
c.
Keadaan
air dan kelembaban
d.
Topografi
dan sudut lereng
e.
Vegetasi
2.
Faktor
– Faktor Super Impose, bersifat aktif ialah :
a.
Gaya berat,/kelebihan beban oleh banyak
hal, sebagai sumber energi untuk menggerakkan tanah.
b.
Kenaikan
kelembaban yang mempengaruhi berat, volume, tekanan air dan kohesi bahan.
c.
Tidak
adanya dukungan dibawahnya atau disamping massa .
d.
Gaya pengikis lain yang berkerja dan
menyebabkan suatu lerang menjadi curam.
e.
Gerakan
dan Gempa bumi
f.
Pelapukan
2.2.
Tipe – tipe gerakan Tanah
2.1.1
Gelinciran (slide)
Adalah suatu massa batuan atau bagian dari kulit bumi yang
bergerak sepanjang suatu bidang gelincir baik planar maupun Rotasi. Faktor
penyebab terjadinya gelincir adalah :
a.
Dinding
lembah terlalu curam
b.
Batuan
sedimen mempunyai kemiringan searah dengan kemiringan lereng dan umumnya
terdiri dari Batu serpih yang bersifat lunak.
c.
Bertambahnya
kadar air kejenuhan, missal disebabkan air hujan yang mengurangi kekuatan atau
daya tahan geser tanah.
Usaha penanggulangannya dari gerakan
tanah tipe gelinciran adal;ah sebagai berikut :
a.
Metode
Geometri yaitu dengan cara :
·
Membuat
lereng lebih datar atau menguraangi sudut lereng
·
Memperkecil
ketinggian lereng.
b.
Metode
hidrologi yaitu dengan membuat selokan secara teratur untuk memperlancar air
permukaan dan air bawah permukaan.
2.1.2
Aliran (Eart Flow)
Merupakan aliran massa tanah lepas, baik secara kering maupun
basah dengan gerakan lambat maupun cepat. Sangat khas terhadap bahan yang
terdiri dari sedimen berbutir halus yang jenuh ataau kelewat jenuh air dan
batuan yang ada di dalam keadaan open packing.
Salah satu gerakan tipe aliran, yang
umum dijumpai di daerah tropis adalah tipe creepyaitu suatu massa atau bahan yang bergerak kebawah dengan
kecepatan yang sangat kecil pada suatun lereng curam maupun landai.
Faktor – faktor Penyebab terjadinya rayapan tanah/batuan adalah
:
a. Gaya berat (Gravitasi dari massa tanah itu tersebut)
b. Kelembaban tanah, umumnya terjadi
pada saat hujan lebat.
c. Pemanasan dan pendinginan tanah.
Usaha-usaha penanggulangan yang dapat
dilakukan adalah dengan melakukan pemetaan yang cermat mengenai kemiringan
lereng, tebal tanah, kelembaban, batuan dasar dan struktur. Kemudian
penanggulanagnnya meliputi :
a. Melakukan pemanfaatan yang cermat
mengenai kelerangan, tebal tanah, kelembaban, batuan dasar dan struktur,
kemudian penanggulangannya meliputi :
b. Menghindari, berupa relokasi proyek.
c. Penanggulangan atau koreksi.
2.1.3
Jatuhan (Fall)
Gerakan massa tanah atau batuan yang sebagian besar
jalannya berada di udara, akibat lereng yang curam dan tidak adanya penyangga.
Usaha penanggulangan terjadi jatuhan
adalah dipusatkan pada kekuatan bahan antaraa lain berupa dinding – dinding
penahan, jarring baja penahan runtuh, dll.\
2.1.4
Amblasan (Subsidence)
Gerakan massa ke bawah dari permukaan
tanah yang dapat terjadi akibat alam atau aktifitas manusia, antara lain
menurunnya permukaan air tanah, menurunnya kandungan minyak an gas bumi,
perpindahan massa padat di bawah permukaan oleh berbagai sebab atau amblasan
oleh sebab – sebab tektonik atau gempa. Subsidence juga disebabkan eksploitasi
airtanah yang berlebihan atau secara besar – besaran serta beban terlalu berat
pada permukaan tanah.
Dalam perancanaan wilayah perlu diketahui :
a.
Lokasi
gerakan tanah actual/potensi yang di sajikan dalam bentuk peta dan gerakan
tanah dan kestabilan lereng atau peta geologi dan gerakan tanah.Peta ini di
landasi atas informasi – informasi mengenai sudut lereng atau peta geologi dan
gerakan tanah.
b.
Luas
daerah tang terlanda dan jenis gerakan tanah yang terjadi.
c.
Rencana
yang harus disusulkan untuk menanggulanginya.
2.3 Gunung Api
Bencana yang terjadi oleh gejala
kegiatan gunung api baik langsung ataupun yang tidak langsung. Seperti rempah –
rempah gunung api/piroklastik, aliran lava/lahar, gas beracun, gempa gunung api
ndan lain – lain.
Vulkanisme adalah suatu kegiatan atau
proses, dimana magma (beserta gas) menerobos kearah permukaan bumi atau kearah
atmosfer mengakibatkan terjadinya batuan beku luar (lava, lahar, piroklastik,
awan panas dan gas).
Kegiatan yang bertalian dengan
Vulkanisme :
1. Ekstrusi (Extrusion) : pengeluaran
lava yang relatif kental kepermukaan bumi.
2. Erupsi (Eruption) : pengeluaran bahan
vulkanik (lava, piroklastik, dan gas) kepermukaan bumi.
3. Effusi (Effusion) : pengeluaran lava
yang relatif cair kepermukaan bumi.
4. Ekshalasi (Exhalation) : aliran
menerus dari gas vulkanik atau keluarnya gas dari magma.
Bentuk Gunung Api (berdasarkan hasil ledakannya) :
1. Effusive : hanya mengeluarkan lava.
a. Sentral, misal tipe Hawai , Iceland
b. Rekahan, Columbia
plateau (Amerika Serikat), Decca Trap (India ), Formasi Karro (Afrika
Selatan).
2. Explosive : mengeluarkan eflata dan
gas.
a. Cinder cone, misal di Meksiko
(Prisutin, Monte Nova).
b. Maar, dapat menghasilkan kawah
(Caldera).
3. Campuran
a. Merupakan Gunung Api Strato (berlapis
antara eflata dan lava).
b. Bentuknya tidak teratur karena adanya
erosi, peledakan yang dahsyat, kepundaan selalu berpindah tempat.
Dalam perancanaan wilayah perlu
diketahui :
a.
Lokasi/posisi
gunung api sebagai sumber bencana.
b.
Sifat
kegiatan aliran lahar/lava, awan panas atau gas bercun dan lain – lain.
c.
Arah
kegiatan dan potensi daerah longsor sebagai kegiatan mengalirnya lava/lahar.
d.
Menginterpretasikan
daerah –daerah potensi bahaya akibat sktifitas gunung api dan menentukan daerah
yang aman.
2.4
Gempa
Bumi
Kerak bumi selalu bergerak baik
secara horizontal maupun vertikal yaitu perlahan-lahan berupa pergerkan lempeng
dan secara tiba-tiba berupa gempa.
Gempa adalah gerakan tiba-tiba atau
getaran (natural) dalam kerak bumi yang disebabkan oleh adanya beban atau
tekanan (strain) yang terakumulasi dan dilepaskan secara mendadak atau
tiba-tiba. Seimologi adalah bidang ilmu (kegempaan) yang mempelajari masalah
gempa bumi dan struktur bumi yang terbentuk oleh adanya gelombang seismic baik
secara alamiah (natural) maupun Tiruan (artifical).
Gempa yang berpusat disuatu tempat /
titik dirambatkan kesegala arah dalam bentuk gelombang atau getaran, jenis
gelombang yang timbul yaitu :
1.
Gelombang
Longitudinal : compression wave.
Merupakan gerakan tarikan dan
tekanan, dan gelombang ini searah dengan arah rambat gelombang (gelombang
primer-primary).
2.
Gelombang
Transversal : shear wave.
Gelombang yang arah rambatnya tegak
lurus (gelombang sekunder – secondary).
3.
Gelombang
Permukaan : surface wave (gelombang besar-large).
Penentuan lokasi gempa dinyatakan
dengan variable yang menyatakan jarak horizontal dari stasiun pencatat gempa ke
pusat gempa dipermukaan (hypocentrum), alat pencatat gempa adalah Seismograf,
seddangkan besaran gempa dapat
dinyatakan dalam “Skala Marcalli”.
Intensitas gempa diukur menurut
ukuran tingkat kerusakan yang timbul disuatu daerah. Intensitas ini selain
jarak dengan sumber gempa juga sangat ditentukan oleh elastisitas
tanah/koefisien bawah tanah.
Sedangkan menurut ukuran intensitas
gempa dapat ditentukan dengan 2 cara, yaitu dengan :
1.
Skala
Marcalli – Cancani dengan 12 skala kekuatan gempa.
2.
Skala
Omari dengan 7 kekuatan gempa.
2.4.1
Jenis-jenis
Gempa
1.
Menurut
sebab-sebabnya :
a. Vulkanik, disebabkan oleh kegiatan
gunug api. Biasanya lemah, frekuensi I.k 7 %.
b. Tektonik disebabkan oleh gaya endogen sehubungan
dengan gerakan kulit bumi. Biasanya kuat dan sering menimbulkan malapetaka yang
hebat, frekuensi I.k 90 %.
c. Robohan, disebabkan oleh tanah dan
batuan yang runtuh. Biasanya lemah dan lokal, frekuensi jarang.
2.
Menurut
letak pusat gempa :
a. Daratan
b. Lautan : menimbulkan Tsunami. Tsunami
adalah gelombang pasang yang sangat bebas yang ditimbulkan oleh adanya gempa
bumi yang berpusat dibawah permukaan laut.
3.
Menurut
jarak episentral :
a. Setempat < 10.000 Km.
b. Jauh = 10.000 Km
c. Sangat jauh > 10.000 Km
4.
Menurut
kedalaman focus :
a. Dangkal = 50 Km
b. Menengah 100 – 300 Km dan
c. Dalam 300-700 Km
Tidak ada komentar:
Posting Komentar